Kamis, 14 Agustus 2014

Travelogue - Nepal (1): Namaste!


 
Aku ingat senja itu,
ia tenang, megah dan membekukan waktu.
Beranjak redup perlahan,
menyisakan puncak-puncak bersalju,
dalam hitam dan bilur bara yang melepuh.
 
Aku ingat senja itu,
ketika aku lupa akan mimpi dan guliran waktu.
Yang mengaburkan keemasan surya,
dalam desauan angin dingin,
dan menyisakan kerinduan yang senyap.
 
(Sarangkot-Nepal, 23 Desember 2013)
 
===============================================================
 
Namaste!*,
setelah berbulan-bulan kembali dari Nepal dan berulang kali tenggelam dalam romansa kerinduan akan perjalanan itu, baru kali ini akhirnya saya benar-benar bertekad untuk menuliskannya. Alasan paling tepatnya adalah, karena akhirnya saya merasa takut apa yang saya lalui saat itu, akan hilang bersama waktu dan ingatan saya.
 
Foto di atas, adalah gambaran dari senja yang menimpa Pegunungan Himalaya pada Range Annapurna, yang saya nikmati dari Sarangkot View Point. Sebuah titik pengamatan Himalaya, pada desa Sarangkot yang terletak di Pokhara, Nepal.
 
Buat saya, kala itu adalah salah satu senja terbaik yang pernah saya nikmati seumur hidup. Karena sebelumnya saya sudah menikmati beribu-ribu senja di perkotaan, beratus-ratus senja di lautan, dan berpuluh-puluh senja sembari menatap horison dari tepi pantai. Namun senja yang menenggelamkan pegunungan bersalju ini adalah yang pertama kalinya. Pun, ia adalah Himalaya yang megah itu.
 
Mungkin saya tak akan pernah bosan, dan bisa berpanjang-panjang membahas senja itu, nanti. Karena tulisan ini hanyalah pembuka, dari seri travelogue perjalanan saya selama sembilan hari di negara yang menjadi Kerajaan Hindu terakhir di dunia. Negeri Seribu Kuil. Nepal.
 
Semoga saya cukup berdisiplin untuk menuliskan lanjutannya :-D
 
* Namaste = adalah salam yang diucapkan sembari menangkupkan dua telapak tangan di depan dada, sebagai pembuka atau ketika kita bertemu dan berpisah dengan orang lain di Nepal.
 

8 komentar:

  1. Balasan
    1. Khan baru pembuka mbak, postingan pertama, nanti bakal berseri. Sabar yaaaa hahaha :-)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Semoga sabar menanti ,,, Mau disuguhin apa? The au lait?

      Hapus
  3. Eh kakak bart! Komen aja sih ninggalin jejak hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooo kak Ipul ternyataaa. Apa kabar? :-)

      Hapus
  4. LANJUT KAN BART... LANJUT KAN !!!

    BalasHapus